jump to navigation

Peranan Ulama November 30, 2009

Posted by profsalimbajri in Uncategorized.
trackback

Peranan Ulama sangat luas, bukan saja mengajar mengaji di pesantren masing-masing, tetapi harus mengetahhuio dan mengikuti kondisi kerusakan ummat masa kini. Kemunduran agama Islam yang kita cintai menurut catatan statistic jumlah pemeluk Islam sebesar 67 persen, itu termasuk mereka yang sebenarnya pemeluk Ahmadiyah, aliran kebatinan, dan lain-lain yang masih menggunakan keterangan di KTP-nya beragama Islam.

Sehingga kemungkinan pemeluk agama Islam ditanah air kita hanya tinggal 59,7 persen, dan ini masih terus menurun. Dan Ulama juga harus mengetahui keadaan Negara kita, karena ulama adalah korektor dan penasehat umaro. Tidak bisa menopang dagu melepas diri membiarkan kerja Umara sendirian. Ulama harus menjadi pendamping, agar kerja Umaro mendapat ridlo Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga hasilnya positif dan dapat dinikmati oleh kita semua.

Ulama harus mampu membina Ummat dan mengarahkannya menjadi Muslim yang beriman dan taqw, terhindar dari perbuatan buruk, kemungkaran dan kemurtadan. Kita perlu mengasihani mereka keadaan iman dan ekonominya lemah, sehingga banyak muda-mudi kita akhlaqnya rusak, bahkan dimurtadkan. Sabda Nabi Shollallahu ’Alaihi Wasallam : ”Kaadal Fakru An Yakuunal Kufraa” – Kefakiran menjerumuskan pada kekafiran.

Kita bisa melihat berbagai kemaksiatan dihadapan mata, dalam konteks loka Cirebon, contoh : kawasan Geronggong, terang-terangan menjadi ajang maksiat muda-muddi. Kawasan Ciperna, menjadi tempat prostitusi/pelacuran terselubung dengan dalih panti pijat, diskotik-diskotik dari Kota sampai Kabupaten Cirebon, didalamnya terdapat semua bentuk kemaksiatan, Minuman keras tersedia hampir di setiap warung, dan agen-agen minuman keras menjualnya secara leluasa.

Tari Stripteas (telanjang) telah diizinkan di kawasan Pusat Perbelanjaan Cirebon Super Blok (CSB) di Jalan Cipto Mangunkusumo, begitu juga di sebuah Hotel yang belum jadi di Kecamatan Pangenan. Dan masih banyak lagi berbagai bentuk kemaksiatan yang terjadi di Kota yang terkenal sebagai Kota Wali ini.

Kita yang berpredikat ulama akan ditanyai oleh ALLAH Subhanahu wa Ta’ala .

” Kullukukm Ro’in, wa Kullukum ’An Ro’iyatihi ” – Semua kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya tentang yang dipimpinnya.

Fakula Akhodzna Bidzanbihi – Fa minhum man Arsalna ’Alaihi haasiban – Wa minhum Man Akhodzat hush shoihatu Wa minhum Man Khosafnaa Bihil Ardlo Wa minhum Man Aghroqnaa – wa maa kaana Allaahu liyazhlimahum walakin kaanuu anfusahum yazhlimuuna ” – Maka masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya. Maka diantara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan kedalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan ALLaH sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Cirebon, 25 Dzulqo’dah 1430)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: